
Ini tulisan kedua (tulisan pertama Ngopi ala Alfonso Bialetti) mengenai alat kopi yang punya istilah banyak, caffettiera (Itali), Moka/Stove Pot, dan Espresso Pot. Apapun istilahnya alat sudah ada sejak tahun 1933 sejak Alfonso Bialetti mematenkan alat ini di Itali dan perusahaannya mendulang sukses akan penemuannya. Di Jakarta saya belum pernah menemukan barangnya, kecuali di sebuah swalayan alat2 pertukangan Eletronic City SBCD Sudirman Jakarta. Sayang barangnya tidak lagi saya temukan lagi setidaknya untuk memenuhi harapan pembaca blog ini. Pembaca yang menjadi pemasok alat ini boleh meninggalkan komen di sini untuk mempromosikan alat ini karena saat ini hanya Chandra Kurnia dari Sarang Kopi tempat saya membeli alat ini seharga 125 ribu.

Alat sederhana ini hanya terdiri dari tiga bagian penting yakni kontainer air di bagian paling bawah, filter kopi, dan terakhir adalah tempat kopi yang sudah jadi. Prosesnya sederhana dimana tekanan yang dihasilkan dari sumber panas akan membuat air menekan bubuk kopi di bagian filter. Air yang tertekan ke atas kemudian menyatu dengan kopi dan meneruskan proses ini menjadi kopi yng cukup pekat.

Alat buatan Bialetti yang saya posting terdahulu menggunakan elemen pemanas dengan tenaga listrik, sedangkan yang di foto ini harus di panaskan dengan kompor gas atau listrik. Karena dasarnya yang kecil maka perlu ditempatkan dudukan khusus agar Moka Pot ini bisa berdiri tegak apabila menggunakan kompor gas.
Proses pembuatan kopi dengan menggunakan alat ini untuk sebagian orang terasa agak merepotkan dibanding dengan cara seduh biasa. Namun demikian, bagi anda yang ingin menghasilkan kopi yang bisa membuat “termehek-mehek” alat ini bisa jadi alternatif dibanding mesin espresso yang harganya mahal itu. Kualitas alat yang saya beli tentu cukup lumayan walau masih jauh dengan produk asli dari Bialetti. Maklum karena harga produk Bialetti bisa berkisar antara 600-700 ribu saat saya membelinya ditahun 2004.
Sekali lagi, bagi siapa saja yang menjadi pemasok alat ini bisa meninggalkan pesan di sini karena blog ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mempromosikan segala sesuatu hal yang berkaitan dengan kopi.
Salam dari dunia hitam


Dunia hitam yang wuenak…
**
Mas Toni, foto-fotonya bagus banget. Pemilihan backgroundnya menarik sekali, apalagi yang menggunakan background garis-garis biru. Apakah bisa dijelaskan lebih detail mengenai kualitas espresso yang dihasilkan dibanding dengan produk Bialetti asli? Rupanya pameo, ada harga ada rupa juga berlaku ya?
“Namun demikian, bagi anda yang ingin menghasilkan kopi yang bisa membuat “termehek-mehek” alat ini bisa jadi alternatif dibanding mesin espresso yang harganya mahal itu. ”
The best line!!!
another nice article from Mr. Toni ^^
emang sih kalo di sini Bialleti harganya mahal, di jakarta kalo ga salah udah ada distributornya, cuma lupa dimana pastinya, daerah cideng kalo ga salah, cuma di gerai2 metro department store bagian alat2 dapurnya udah Bialetti ini udah banyak kok yang jual, dengan berbagai tipe juga ukuran, cuma kalo cuma mau moka press doang sih ..wah jangan deh, mahal mending beli sama Chandra diatas atau di ranch market, kecuali mau beli yang tipe Brikka atau Mukka Express yg bisa espresso..bialleti boleh jadi bahan pertimbangan.
Salam kenal dari Jogja Mas Toni,
Blognya asyik dan foto-fotonya mantab. Semantab kopi yang dibikin pake moka pot. Saya baru aja beli moka pot dari Mr Chandra Sarang Kopi. Cuma belum terlalu menguasai tekniknya. Bikin pertama terlalu pahit, yang kedua terlalu asem. Ada tips supaya rasanya pas?
Me and some of my friend have done a blind tasting at La Tazza using Bialetti’s Moka Pot against Forever’s Moka Pot.. Hasilnya, kami sepakat bisa merasakan ada rasa logam atau besi yang cukup mengganggu di salah satu produk
buat area surabaya, yang pengen beli moka pot bisa hubungi saya dilink web site partner saya.
Salam buat yang punya website, salam dunia hitam.
saya lagi meracik kopi neh.
yang kedepannya akan saya jual.
tapi yang butuh bubuk kopi Java Blend Arabica- Robusta juga bisa pesen ke saya.