Sesekali selembar kertas ditempelkan di bubuk kopi yang masih menyisakan sedikit air di atas piring kecil. Kemudian tangan2 terampil itu mulai melukis sebuah pola simetris dari sisa kopi di sebatang rokok dengan hanya menggunakan ujung sendok. Kurang dari setengah menit lukisan itu sudah mulai menampakan bentuknya, batik klasik parang barong dan Mas Wigih tersenyum sumringah sambil memberikan hasil karyanya kepada saya. Inilah aktivitas keseharian penduduk di desa Bolerejo, Tulungagung, nyethe, yang entah sejak kapan dimulainya sebagai bentuk interaksi sosial masyarakat setempat yang dihubungkan dalam kesamaan orientasi sebuah masyarakat egaliter
Nyethe
Published February 9, 2010 Saya ngopi di sini 4 CommentsTags: cethe, nyethe, Nyethe Tulungagung
The ear, the eye, and the smell …
Published February 7, 2010 Profil orang2 kopi 4 CommentsTags: Andri Gunawan, David Tanuwidjaja, java dancer coffee, Java Dancer Coffee Malang
Tahukah anda bahwa ada 800 aroma kopi saat biji ini di roasting dalam suhu tinggi ? Hanya 100 yang baru dikenali wanginya, selebihnya masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Setidaknya itu kesimpulan ilmuwan Swiss Bernhard Rothflos dari lembaga Intercafé AG. Rothflos meneliti proses pyrolysis sebuah proses kimiawi yang terjadi pada kopi akibat pemanasan secara spontan di dalam mesin roasting yang menghasilkan berbagai wewangian semerbak. Saya tentu bukan seorang Rothflos, tapi bisa merasakan antusias peneliti kopi ternama ini saat melihat sendiri proses roasting kopi di Java Dancer Coffee (JDC). The ear, the eye, and the smell, tiga kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang tukang masak kopi untuk menghasilkan produk kopi berkualitas dan David Tanuwidjaja, roaster di JDC berbagi pengalamannya dengan saya sebagai rangkaian tulisan terakhir mengenai JDC, berikut dua orang karib Hendri Kurniawan dan Andri Gunawan.
Java Dancer : Handcrafted Indonesian Coffee
Published January 29, 2010 Saya ngopi di sini 31 CommentsTags: Cafe di Malang, David Tanuwidjaja, java dancer coffee, Java Dancer Coffee Malang, Kopi Java Dancer, Ngopi di Malang
Pengujung coffee house di Persia (Iran) pada abad ke 1000 lebih bisa menikmati puisi tentang kisah kepahlawanan dalam buku Shāhnāmeh dari Hakim Abu al Kasim Firdausi apabila ditemani secangkir kopi panas. Sejatinya kedai kopi sejak era Konstatinopel hingga di Inggris senantiasa selalu memberikan inspirasi, kehangatan dan pembebasan pikiran. Cafe bukanlah warung yang lalu lintas pengunjungnya harus tinggi, tapi sebuah tempat dimana interaksi pengunjung bisa lebih intens dan saya bisa merasakan aura itu saat pertama kali menginjakan kaki di Java Dancer Coffee, Jl. Kahuripan 12, kota Malang. Berikut liputan sebuah perjalanan di sebuah cafe yang sudah menjadi ikon baru di kota ini.
Continue reading ‘Java Dancer : Handcrafted Indonesian Coffee’
Bisnis kopi itu gampang, asal …
Published January 22, 2010 Tjoema Tips 9 CommentsTags: Coffeewar Kemang, ide cafe, konsep cafe, kopi blandongan, warung kopi
Herb Hyman, penduduk asli kota Los Angeles cukup berdebar manakala warung kopinya harus berhadapan dengan raksasa Starbucks yang membuka gerai hanya bebarapa meter dari tokonya. Namun seiring waktu kekhawatirannya tidak menyebabkan warung kopinya tutup usaha, malah mendapatkan berkah dari kehadiran perusahaan kopi multinasional ini. Keuntungan paling nyata adalah peningkatan jumlah pelanggan yang juga merupakan tamu setia Starbucks. “Don’t fear Starbucks”, demikian inti dari Kasus bisnis ini yang bisa kita baca di Slate, sebuah majalah terkemuka di Amerika. Posting ini untuk anda yang ingin memulai bisnis cafe.
Continue reading ‘Bisnis kopi itu gampang, asal …’
Vietopia : Kopi Vietnam
Published January 16, 2010 Saya ngopi di sini 5 CommentsTags: kopi vietnam, vietopia, Vietopia : the taste of Vietnam, Vietopia Jl. Cikini Raya 33
Tak usah ke Vietnam kalau hanya sekedar ingin menikmati kopinya karena restoran Vietopia di jalan Cikini raya no. 33 menyediakan minuman ini. Bersama salah seorang karib saya menikmati kopi di sini dan tentu saja disajikan dengan alat Vietnam Drip alat penyeduh kopi khas negara ini.
Grinder Kopi : Saeco MC 2002
Published January 1, 2010 Alat buat ngopi 7 CommentsTags: alat giling kopi, grinder kopi, mesin giling kopi, Saeco grinder, Saeco MC 2002

Selamat tahun baru 2010 !
Posting tepat di awal tahun ini adalah sebuah grinder kopi mungil dari Saeco, merek Italia yang salah satu mesin espressonya tipe Armonia sudah pernah saya ulas di blog ini. Saya tidak perlu mengulang pentingnya sebuah grinder bukan ? Intinya bila anda seorang penggemar kopi, alat penggilingnya kudu dimiliki, jadi bukan mesin dulu. Mari kita lihat bagaimana grinder kopi ini bekerja.
Kopi Tiam Oei nyang gezellig
Published December 28, 2009 Saya ngopi di sini 5 CommentsTags: Bondan Oeynarno, Bondan WInarno, Gado-gado bonbin, Jalan Sutera, Kopi Taloea Boekittinggi, kopi tiam, Kopi Tiam Oei, Kopi Tiam Oei Jl. Sabang no. 18 Jakarta, kopi toebroek djawa, Sate ayam Ponorogo, Wasis Gunarto
Kalau komunitas Kanton lebih menyenangi Yum Cha yakni menikmati dim sum dan penganan kecil lainnya beserta teh oolong saat pagi hari, berbeda dengan masyarakat Tionghoa Hokian yang lebih lekat dengan budaya kopi. Kalau anda pergi ke Singapura atau Malaysia, Kopi Tiam yang artinya adalah kedai kopi tidak sulit untuk ditemukan di setiap sudut kotanya. Setiap pagi hari dengan ditemani roti toast yang ditaburi kaya (srikaya) ditambah dengan telur setengah matang adalah menu wajib untuk sarapan pagi selain sepiring Hokkien Mee atau Char Kway Teow (kwetiau). Kebiasaan para Tionghoa peranakan inilah yang membuat Bondan WInarno membuka bisnis Kopi Tiam Oei di kawasan jalan Sabang, Jakarta Pusat.
Ngopi di Bandung …
Published December 27, 2009 Saya ngopi di sini 6 CommentsTags: congo cafe, kopi ireng, lisung cafe & resto, morning glory, ngopi di dago
Cafe di Bandung jumlahnya tak terhitung, tapi cafe dengan atmosfir dan pemandangan kota Bandung biasanya hanya berlokasi dibeberapa tempat tertentu seperti di kawasan Dago. Tempat ini merupakan salah satu kawasan elit kota Bandung yang sudah sesak dipenuhi pemukiman mewah dan beragam cafe dan resto tempat nongkrong anak2 muda. Tidak sulit mencapai lokasinya, anda tinggal menyusuri jalan Ir. H. Djuanda hingga terminal angkot Dago dan beberapa ratus meter ke atas sudah banyak lokasi cafe yang bisa dikunjungi. Kali ini saya ingin berbagi beberapa tempat ngopi yang pernah saya kunjungi saat menghabiskan akhir pekan di kampung halaman sendiri.
Coffee War @Kemang Timur 15A
Published December 19, 2009 Saya ngopi di sini 10 CommentsTags: Cafe di Kemang, Coffee War, Derby Sumule, Kemang Timur 15A
Bosan dengan cafe yang kopinya terlalu Amerika atau terlalu Itali ? Mengapa tidak mencoba Coffee War, sebuah rumah kopi di Jl. Kemang Timur 15A, Jakarta Selatan. Dikelola oleh Sumule bersaudara, Derby dan Yogi, yang hanya menyediakan kopi dari Indonesia dan tanpa mesin espresso sebagaimana yang biasa terdapat di cafe modern lainnya. Di senja hari Jum’at tadi saya berbincang dengan Derby ditemani secangkir kopi tubruk panas dari Mandheling.
Continue reading ‘Coffee War @Kemang Timur 15A’












Recent Comments